Menelusuri Pesona Wisata dan Budaya Cirebon

13 Sep 2017

Siti Hinggil Keraton Kanoman (Dok. Pribadi)

Kalau bicara Cirebon tentu ingatan kita akan terkenang pada arti dari Cirebon itu sendiri yakni Ci itu berasal dari Cai atau Air, dan Rebon artinya Udang kecil. Jadi kalau digabungkan maka artinya air udang yang biasanya diolah menjadi terasi rebon yang sejak dulu hingga sekarang sangat terkenal. 

Selain itu Cirebon juga dikenal oleh masyarakat Indonesia karena salah satu penyebar agama Islam yang dikenal dengan nama Wali Songo yakni Sunan Gunung Jati berasal dari Cirebon. Maka tidak heran kota ini menjadi destinasi wisata terutama wisata rohani ke Makam Sunan Gunung Jati.

Menariknya Kota Cirebon juga menjadi bagian sejarah kedatangan bangsa Tionghoa di Pulau Jawa yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1415 dan bahkan Puteri Ong Tien dari China menjadi isteri Sunan Gunung Jati.

Tidak heran jika berbagai perpaduan antara budaya Islam dan China sangat kenal di Cirebon terutama bangunan keraton yang ada di Cirebon seperti Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman dan Keprabonan banyak keramik-keramik dari China yang menempel pada dinding pagar dan tembok keraton di Cirebon.

Surat penjanjian dengan Daendels (Dok. Pribadi)

Cirebon juga merupakan kota bersejarah bagi perjuangan bangsa Indonesia. Surat perjanjian antara Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang ditandatangani olehnya dengan Sultan Kacirebonan pun masih tersimpan rapi di Keraton Kacirebonan. Ukuran kertasnya pun berbeda dengan kertas sekarang. Tetapi kondisinya masih terawat dengan baik.

Bahkan Cirebon juga menjadi daerah yang merdeka lebih dahulu dibandingkan dengan di Jakarta atau tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1945 di Alun-alun Cirebon yang dihadiri sekitar 150 orang dan kini diabadikan pada sebuah tugu yang ada di perempatan sekitar Alun-alun Cirebon. 

Maka sangat wajar jika Cirebon mempunyai daya tarik tersendiri dan wajib dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Pasalnya ada beberapa alasan sehingga Cirebon layak dinobatkan menjadi kota wisata dan budaya di Jawa Barat.

Berikut alasan kenapa Cirebon dinamakan Kota Wisata dan Budaya :

Cirebon memiliki Keraton yang masih aktif  hingga saat ini

Sultan Kasepuhan, Menteri Pariwisata dan Gubernur Jabar (Dok. Pribadi)

Ada 4 keraton yang ada di Cirebon yang masih aktif dan ada penerusnya, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacerbonan, dan keraton Keprabonan. Keraton-keraton tersebut masih memiliki pemimpin yang bernama Sultan dan masih aktif hingga sekarang. Mereka merupakan keturunan dari Sultan sebelumnya yang masih keturunan Sunan Gunung Jati.

Keraton-keraton yang ada di Cirebon juga masih menjunjung tinggi adat istiadat dan tradisi hingga saat ini. Berbagai perayaan seperti Panjang Jimat, Mauludan, dan kegiatan lainnya masih dipertahankan dan digelar di beberapa keraton di Cirebon yang bisa menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Keraton Kanoman Cirebon (Dok. Pribadi)

Beberapa keraton yang ada di Cirebon memiliki benda-benda pusaka sejak Sunan Gunung Jati, benda bersejarah sejak zaman penjajahan Belanda dan benda-benda menarik lainnya yang masih tertata rapi di beberapa museum yang ada di Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacerbonan dan keraton Keprabonan.

Kereta Paksi Naga Liman (Dok. Pribadi)

Benda-benda bersejarah seperti Kereta Singa Barong, Paksi Naga Liman dan benda-benda bersejarah lainnya tidak terlepas terkena pengaruh dari berbagai agama dan kepercayaan yang dianut sebelumnya seperti Kereta Singa Barong yang mempunyai bentuk perpaduan antara paksi atau burung dari Arab, Naga dari China dan Gajah dari India.

Keraton Kacirebonan (Dok. Pribadi)

Maka tidak heran Cirebon terdiri dari beberapa etnis seperti Arab, China dan India yang bisa berbaur dan hidup berdampingan dengan masyarakat asli Cirebon.  

Cirebon memiliki banyak bangunan bersejarah

Sebagai salah satu kota tua di Jawa Barat, Cirebon tentu memiliki bangunan-bangunan bersejarah di samping bangunan keraton. Bangunan bersejarah tersebut adalah :

Langgar Agung

Langgar Agung (Dok. Pribadi)

Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon ini dibangun bersamaan dengan didirikannya Keraton Kasepuhan Cirebon sebelum dibangunnya Masjid Sang Cipta Rasa yang lokasinya tidak jauh dari Langgar Agung. Selain digunakan untuk tempat shalat masyarakat sekitar keraton, juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan keraton salah satunya yang paling menyedot perhatian masyarakat adalah acara Panjang Jimat yang diadakan pada setiap bulan Maulid.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa (Foto. Dok. Pribadi)

Masjid agung ini memiliki nilai historis tersendiri bagi penyebaran agama Islam di Jawa Barat dan Indonesia ini dibangun sekitar tahun 1498. Masjid ini lokasinya tidak jauh dari Keraton Kasepuhan. Uniknya masjid ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati ini menggunakan kayu jati dan tatal atau kumpulan kayu-kayu sisa  untuk tiang penyangganya.

Masjid ini masih berdiri kokoh megah di Cirebon dan banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Masjid ini memiliki keunikan karena tidak memiliki memolo atau kubah yang konon kubahnya berada di Masjid Agung Banten.

Goa Sunyaragi

Goa Sunyaragi (Dok. Pribadi)

Goa ini lokasinya sangat jelas dari Jalan Pantura bypass Jakarta Cirebon. Goa Sunyaragi ini sering disebut sebagai Taman Sari Sunyaragi. Goa Sunyaragi ini terbagi dari dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan goa. Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam.

Bangunan goanya berbentuk gunung-gunungan yang dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Bagian luar komplek bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa. Tujuan utama dibangunnya Gua Sunyaragi adalah sebagai tempat untuk beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya

Vihara Dewi Welas Asih Cirebon

Vihara Welas Asih (Dok. Pribadi)

Lokasi vihara ini bersebelahan dengan Bank Mandiri Cirebon atau terletak di Jl. Kantor No. 2, Kampung Kamiran, Cirebon, atau di seberang kanan Gedung PT. BAT, Tbk Cirebon.  Vihara ini dibangun sejak tahun 1595. Vihara ini merupakan vihara tertua yang ada di Cirebon.

Klenteng Talang

Klenteng Talang (Dok. Pribadi)

Klenteng ini lokasinya di belakang gedung PT. BAT, Tbk atau tepatnya di Jalan Talang No.2 Cirebon. Saat memasuki bangunan ini Anda akan menemukan beberapa kata yang cukup menarik yakni Kesusilaan, Kebijaksanaan, Cinta Kasih dan Kebenaran. Saat masuk ke bangunan utama terpampang silsilah dari Majapahit sampai ke pendiri Klenteng Talang serta beberapa foto Pendiri Khong Kaun Hwee Cirebon pada tahun 1937.

Bangunan Kelenteng Talang ini didirikan Tan Sam Tjay pada 1450 M sebagai tempat ibadah umat Islam Tionghoa dari Mahzab Hanafi. Konon karena kegiatan Muslim Tionghoa di Kota Cirebon waktu itu semakin berkembang pesat, maka Pusat Pengembangan Muslim Tionghoa kemudian dipindah ke Desa Sambung. Bangunan Kelenteng Talang Cirebon lalu lama kelamaan dijadikan sebagai tempat ibadah penganut Konghuchu. Tan Sam Cay sendiri akhirnya kembali memeluk Konghucu. 

Gedung Bank Indonesia Cirebon

Gedung Bank Indonesia Cirebon (Dok. Pribadi)

 

Bangunan ini terletak di jalan Yos Sudarso No.5 ini sebelumnya merupakan Kantor Cabang ke-5 dari De Javasche Bank (DJB), yang dibuka pada 31 Juli 1866 dengan nama Agentschap van De Javasche Bank te Cheribon, namun baru beroperasi pada 6 Agustus 1866. Bangunan ini masih kokoh berdiri hingga saat ini walaupun sudah mengalami beberapa renovasi.

Gedung BAT

Gedung BAT Cirebon (Dok. Pribadi)

Jika Anda jalan-jalan ke Cirebon jangan lupa untuk melihat gedung yang sudah tidak dipakai lagi oleh perusahaan tersebut. Bangunan yang terletak di jalan Pasukaten ini sudah ada sejak tahun 1924 atau sebelum Indonesia merdeka. Tempat ini sering digunakan untuk foto prewedding atau foto selfie karena memiliki bentuk yang khas.

Gedung Pos Indonesia Cirebon

Gedung Pos Indonesia Cirebon (Dok. Pribadi)

Gedung ini merupakan cagar budaya di Kota Cirebon. Bangunan ini dibangun sejak 1906 pada masa penjajahan Belanda. Gedung ini terletak di jalan Yos Sudarso No.9 dan masih digunakan untuk aktivitas surat menyurat dan kegiatan Kantor Pos Indonesia cabang Cirebon.

Gereja Santo Yusuf Cirebon

Gereja Santo Yusuf (Dok. Pribadi)

 

Gereja ini berseberangan tidak jauh lokasinya dengan Kantor Pos Indonesia Cirebon yakni terletak di jalan Yos Sudarso No. 20 Lemah Wungkuk Cirebon. Gereja Santo Yusuf Cirebon merupakan gereja katolik tertua di Jawa Barat. Gereja ini dibangun pada tahun 1878  sebelum dibangunnya gereja di wilayah Bandung dan Jawa Barat lainnya.

Gereja Kristen Pasundan

Gereja Kristen Pasundan (Dok. Pribadi)

 

Gereja ini bersebelahan dengan Gereja Santo Yusuf Cirebon terletak di Jalan Yos Sudarso No.10 tetapi bangunannya menghadap ke Jalan Kebumen. Bangunan ini berbentuk segi enam simetris. Pada bagian jendelanya terdapat ornamen-ornamen yang khas dari sebuah gereja seperti di negara-negara Eropa.

Gereja Kristen Pasundan sendiri adalah salah satu gereja yang tumbuh dan kembang di Pulau Jawa bagian barat, termasuk di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Gereja ini resmi berdiri pada 14 November 1934 dengan Rad Ageng (Majelis Besar) pertamanya yang diketuai oleh Penginjil J. Iken dari Nederlandse Zendelings Vereeniging (NZV) Belanda, penulis D. Abednego, dan bendahara Tan Goan Tjong.

Gedung Cipta Niaga

Gedung Cipta Niaga (Dok. Pribadi)

Bangunan bersejarah ini terletak di jalan Kebumen Cirebon bersebelahan dengan Gereja Kristen Pasundan. Bangunan ini dibangun sejak tahun 1911, sekarang digunakan oleh Perusahaan Dagang Indonesia.

Cirebon Sebagai Tempat Wisata Rohani

Makam Sunan Gunung Jati (Dok. Travel Kompas)

 

Cirebon juga merupakan salah satu destinasi wisata rohani yang ada di Jawa Barat. Salah satunya adalah karena Cirebon memiliki peninggalan berupa makam Wali Songo Sunan Gunung Jati. Pada hari-hari tertentu seperti malam Jum’at Kliwon atau saat malam satu Suro makam ini ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik yang ingin berziarah ke Sunan Gunung Jati.

Cirebon sebagai tempat wisata kuliner

Cirebon juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner. Ada beberapa makanan khas Cirebon yang melegenda dan menjadi ikon kuliner khas Cirebon. Berikut ini wisata kuliner di Cirebon :

Nasi Jamblang Ibu Nur

Nasi Jamblang Ibu Nur Cirebon (Dok. Pribadi)

Rumah Makan yang terletak di Jl. Cangkring 2 No.34, Kejaksan Kota Cirebon ini selalu ramai dikunjungi baik dari Cirebonnya sendiri atau wisatawan dari daerah lain. Selain masakannya yang khas juga harganya yang terjangkau berdasarkan apa yang dipilih oleh pelanggannya.

Empal Gentong

Empal Gentong (Dok. Pribadi)

Ada banyak rumah makan yang menyediakan empal gentong di Cirebon beberapa diantaranya sudah memiliki reputasi dan dikenal oleh masyakarat luas sehingga rumah makannya selalu banyak dikunjungi oleh pelanggannya baik yang datang dari Cirebon itu sendiri atau daerah lain.

Empal gentong yang ternama di Cirebon ada empal gentong H. Apud, empal gentong Haji Dian, empal gentong Mang Darma dan empal gentong Krucuk. Empal gentong yang disajikan kepada pelanggan memiliki kekhasan tersendiri.

Tahu Gejrot

Tahu Gejrot (Dok. Pribadi)

Tahu gejrot merupakan makanan tradisional khas Cirebon dengan tahu sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan bumbu petis dan cabe rawit dan bawah merah. Biasanya tahu gejrot dijajakan di pinggir jalan oleh pedagang tahu gejrot keliling. Tetapi kini tahu gejrot bisa dinikmati diberbagai tempat termasuk di Rumah Makan Nasi Jamblang Ibu Nur.

Nasi Lengko

Nasi Lengko (Dok. Pribadi)

 

Nasi lengko merupakan makanan khas dari Cirebon, dan juga kota lain seperti Indramayu, Brebes dan Tegal. Nasi lengko merupakan nasi yang dicampur dengan tempe, tahu, tauge, dan mentimun yang disiram dengan sambal kacang dan kecap manis. Ada beberapa tempat penjual nasi lengko di Cirebon. Nasi lengko yang terkenal di Cirebon ada nasi lengko Pagongan H. Barno tetapi sekarang di Warung Nasi Jamblang Ibu Nur pun sudah menyediakan nasi lengko.

Nasi Bogana

Nasi Bogana (Dok. Pribadi)

Nasi bogana walaupun nasinya berwarna seperti nasi kuning tetapi sedikit berbeda dengan nasi kuning biasa. Nasi bogana dicampur dengan kelapa yang ditambah dengan daging ayamnya. Nasi bogana merupakan kuliner khas keraton yang kini bisa dinikmati oleh siapa saja pengunjung di sekitaran Keraton Kacerbonan. Warung Pawon Bogana ini buka sejak pukul 10 pagi hingga pukul 22.

Mie Koclok Panjunan

Mie Koclok (Dok. Pribadi)

Mie koclok merupakan mie yang direbus dengan irisan kol dan tauge diguyur kuah putih kental, kemudian diberi taburan suwiran ayam, bawang daun dan bawang goreng. Mie ini dilengkapi dengan potongan telur ayam rebus.

Kuah putihnya sendiri merupakan paduan tepung maizena, kaldu ayam, santan kental serta tentunya merica dan garam. Rasanya asin dan gurih segera menyeruak di dalam rongga mulut kita begitu kuah mie koclok ini kita seruput. Rasa dan teksturnya yang unik memang membuat mie koclok ini menjadi spesial. Mie koclok ini dibanderol hanya Rp.15 ribu saja untuk seporsinya.

Cirebon memiliki wisata Pantai

Cirebon Waterland (Dok. Pribadi)

Cirebon merupakan daerah yang berada di pesisir pantai. Oleh karena itu Cirebon juga memiliki wisata pantai yang cukup menarik untuk di kunjungi salah satunya adalah Taman Wisata Ade Irma Suryani atau sekarang disebut dengan Cirebon Waterland yang terletak di Jalan Yos Sudarso Lemahwungkuk Cirebon.

Selain pengunjung bisa menikmati keindahan pantai, di tempat ini pengunjung bisa menikmati deretan bungalow yang ada di pinggir pantai dan berbagai wahana yang disediakan pengelola di tempat ini seperti kolam renang, prosotan dan lain-lain.

Cirebon sebagai tempat wisata belanja

Saat ini banyak sekali bermunculan pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Cirebon. Seperti Grage Mall, Cirebon Super Blok dan lain-lain bahkan beberapa bulan ke depan Cirebon akan hadir pusat belanja yang juga sebagai pusat hiburan yakni Trans Studio. Maka tidak heran jika Cirebon layak dinobatkan sebagai destinasi wisata belanja di Jawa Barat selain Bandung dan Bogor.

Cirebon juga memiliki beberapa destinasi wisata belanja yang khas seperti :

Batik Trusmi

Batik Trusmi Motif Sawat Penganti (Kiri) (Dok. Pribadi)

Batik Trusmi merupakan batik khas Cirebon salah satunya adalah motif mega mendung. Tetapi sebenanrnya batik Trusmi memiliki banyak motif. Ada beberapa motif bahkan merupakan motif yang sudah ada sejak lama seperti motif batik Sawat Penganten.

Motif ini sudah turun temurun yang kini masih digeluti oleh Ibu Ninik M Masina yang merupakan generasi kelima. Salah satu peninggalan leluhurnya masih tersimpan dengan baik, yang diperkirakan sudah berusia 300 tahun. Batik Sawat Penganten yang aslinya tidak boleh dibuka karena bahannya sudah rapuh.

Kerajinan Kulit Kerang

Kerajinan Kulit Kerang (Dok. Pribadi)

Salah satu kerajinan unik dan menarik yang ada di Cirebon adalah kerajinan kulit kerang, yang sebelumnya hanya menjadi sampah laut dan tidak banyak dimanfaatkan. Tetapi ditangan Ir. H. Jaime Taguba kulit kerang diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan tidak disangka semua barang ini bernilai ekonomis tinggi.

Lokasi pengolahan dan toko penjualan kulit kerang dari CV Multi Dimensi yang terletak di Desa Astapada seberang Fly over Tol Tengah Tani Kabupaten Cirebon ini kini menjadi salah satu tujuan wisatawan dari dalam dan luar negeri yang ingin mendapatkan oleh-oleh dari Cirebon.

Kerajinan Rotan

Pengrajin Rotan (Dok. Pribadi)

Selain keindahan wisata alam, kuliner, sejarah, seni dan budaya, tradisi dan adat istiadatnya. Cirebon juga ternyata memiliki wisata yang unik yang sedang dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah daerahnya yakni Obyek wisata yang ada di Kampung Wisata Rotan Galmantro. Kampung wisata Rotan Galmantro ini lokasinya terletak di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.

Kampung wisata ini menawarkan kepada pengunjungnya untuk melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan rotan yang ada di Desa Tegalwangi Cirebon ini. Mulai dari proses pengolahan rotan yang masih belum dikupas, pembentukan, anyaman hingga finishing pembuatan produk rotan.

Cirebon juga memiliki Komunitas Blogger

Komunitas Blogger Cirebon (Dok. Ridwan)

 

Cirebon memiliki komunitas blogger sendiri yang bernama Komunitas Blogger Cirebon. Komunitas blogger ini cukup aktif menginformasikan berbagai hal yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Mereka juga sering berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam ngeblog kepada masyarakat luas.

Cirebon Sudah 4G

Jaringan 4G Smartfren sudah ada di Cirebon sejak September 2015 (Dok. Pribadi)

 

Cirebon merupakan salah satu kota yang sudah mendukung jaringan 4G. Salah satu operator yang sudah mendukung jaringan 4G di Cirebon adalah Smartfren. Dengan perangkat dan jaringan yang sudah mendukung 4G, pengguna akan dimanjakan saat digunakan untuk video call, nge-vlog, streaming dan lain sebagainya.

Itulah beberapa kelebihan Cirebon yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Jawa Barat. Semoga Cirebon terus berbenah dalam berbagai hal sehingga wisata dan budaya Cirebon lebih menarik dan terjaga dengan baik.


TAGS Pesona Indonesia Pesona Cirebon GenPi Jabar


-

Author

Blogger & Traveler

Search

Recent Post