Berpetualang Menyusuri Petilasan Kerajaan Kemuning Wangi Cipanas

5 Jul 2017

Makam Kuno Kerajaan Kemuning Wangi

Belum banyak orang yang mengetahui bahwa di daerah Cipanas ternyata ada peninggalan kerajaan yang bernama Kuta Tanggeuhan Kemuning Wangi dengan Rajanya bernama Raden Jaya Benda. Penemuan situs diungkap oleh pencinta cagar budaya alam dan Tim Green Circle.

Penasaran dengan informasi tersebut, saya akhirnya langsung menuju lokasi peninggalan berupa makam kuno yang konon merupakan makam Sang Penguasa Kerajaan Kuta Tanggeuhan Kemuning Wangi dan  para pengikutnya pada masa kerajaan yang diperkirakan pada abad ke IX - XI Masehi.

Kompleks Pemakaman Kuno

Asal tahu saja bahwa Raden Jaya Benda merupakan putra dari Eyang Prabu Cipta Permana penerus kerajaan Kuta Tanggeuhan Kemuning Wangi. Eyang Prabu Cipta Permana sendiri merupakan penerus dari Raja Siliwangi.

Makam-makam kecil di kompleks makam kuno

Untuk menuju lokasi ini saya harus menyusuri jalan alternatif Cipanas Jonggol yang melewati Desa Batulawang yang rusak parah. Jalanan berbatu dan berlubang sepanjang lebih dari 5 km. Sebelum akhirnya sampai di Kampung Cipongpoh Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Cianjur setelah melewati Jembatan ada warung di pinggir jalan yang menjual BBM Eceran dan ada tulisan PBM (Pusat Belajar Masyarakat) Batulawang.

Jalan alternatif Cipanas - Jonggol ada warung kecil di pinggir jalan

Jika Anda mengendarai mobil pribadi maka hanya bisa parkir di pinggir jalan ini, tetapi jika menggunakan sepeda motor bukan matic masih bisa melanjutkan perjalanan ke atas menuju makam kuno tersebut.

Jalan setapak menuju ke makam kuno

Tetapi jika menggunakan sepeda motor matic maka tidak bisa melanjutkan mengingat jalanan setapak berbatu dan menanjak. Dipinggir jalan tersebut selokan jadi jika tidak bisa mengendari bisa-bisa tercebur ke selokan.

Perjalanan menuju ke tempat ini sebaiknya dipandu oleh orang yang sudah mengenal lokasi ini, karena jika tidak maka akan tersesat dan tidak bisa menemukan lokasi makam kuno tersebut.

Kampung Tujuh Belas

Sepeda motor sebenarnya bisa mendekati lokasi pemakaman kuno ini tetapi saya menitipkan sepeda motor di sebuah kampung bernama Tujuh Belas yang hanya terdiri sekitar 10 rumah. Lokasinya ada jembatan belok ke kiri sementara jalan ke makam masih lurus.

Jalan setapak ke makam yang berbatu

Berbekal informasi dari warga sekitar saya melanjutkan perjalanan, sayangnya ada beberapa jalan setapak yang bercabang yang membuat saya salah jalan, tetapi beruntung ada banyak petani yang sedang berkebun memberitahu jalan menuju makam kuno tersebut.

Awas salah jalan di sini ambil ke kanan

Untuk menuju ke lokasi pemakaman saya harus mendaki perbukitan yang lumayan jauh jadi siapkan stamina tubuh yang prima, makanan dan minuman karena di lokasi ini tidak ada warung satu pun.

Sampai di lokasi makam kuno

Sesampainya di lokasi makam kuno saya bisa melihat kumpulan batu yang tertata rapi. Ada beberapa batu pipih yang membentuk seperti makam yang menurut cerita adalah makam para pengikut Raja Jaya Benda.

Saat saya ke lokasi ini terdapat gubug kecil yang sempat digunakan oleh tim Green Circle. Tetapi kini keberadaannya sudah rusak dan terdapat sesaji yang masih tersisa. Menurut warga setempat, lokasi ini sering didatangi pengunjung pada saat-saat tertentu seperti malam Jumat dan Lebaran.

Pemandangan di sekitar makam kuno

Saat melintasi tempat ini sebenarnya kita disuguhi pemandangan yang menakjubkan dari Bukit Lemo dan perkebunan brokoli, bawang daun dan sayuran lainnya. Sehingga pengunjung bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta.


TAGS Pesona Cianjur GenPi Jabar


-

Author

Blogger & Traveler

Search

Recent Post