Melihat Candi yang Airnya Dipercaya Bisa Mengusir Tikus

16 Jan 2017

Candi Tikus di Trowulan Mojokerto

Jika Anda sedang jalan-jalan ke wilayah Jawa Timur sekali-kali cobalah singgah di beberapa obyek wisata yang bersejarah tentang keberadaan kerajaan tempo dulu yakni Kerajaan Majapahit. Salah satu peninggalan bersejarah di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur adalah Candi Tikus.

Ya dari namanya kita bisa mengetahui bahwa candi ini awalnya ditemukan pada tahun 1914 oleh seorang warga yang kemudian dilaporkan kepada Bupati Mojokerto saat itu yakni R.A.A Kromodjojo Adinegoro.

Penemuan candi ini diawali dengan laporan penduduk di Dusun Dinuk Desa Temon Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto yang sedang terjangkit hama tikus di desanya. Ternyata setelah diselidiki tikus-tikus tersebut bersembunyi di sebuah gundukan tanah.

Cagar Budaya Candi Tikus

Ketika gundukan tanah tersebut dibongkar ternyata di dalamnya ada sebuah candi yang kemudian candi tersebut diberi nama Candi Tikus. Karena sejarah peneuman ini banyak petani baik dari daerah Mojokerto dan sekitarnya yang datang ke tempat ini untuk memperoleh air candi ini yang dipercaya untuk mengusir hama tikus.

Bangunan Candi Tikus berdiri kokoh pada permukaan tanah yang lebih rendah dari sekitarnya, kurang lebih sedalam 3,5 meter. Oleh karena itu untuk mencapai lantai dasar candi harus menuruni tangga masuk yang berada di sisi utara yang merupakan pintu masuk candi. Tetapi sekarang dipasang tanda dilarang masuk untuk menghindari kerusakan candi.

Sturktur Bangunan Candi Tikus

Candi Tikus berdenah bujur sangkar dengan ukuran 22,5 x 22,5 meter serta tinggi dari lantai sampai puncak candi sekitar 5,20 meter. Candi ini menggunakan bahan bangunan dari batu bata, sedangkan batu andesit hanya digunakan untuk pancurannnya saja.

Dinding Candi Tikus dibuat berteras untuk menahan tanah yang ada di sekitarnya. Pada dinding bagian bawah serta batur candi terdapat pancuran yang seharusnya berjumlah 46 buah, namun kini hanya tinggal 19 buah, sementara yang lainnya tersimpan di Museum Trowulan. Adapun bentuk jaladwara/pancuran ada dua macam yakni Padma (lotus) dan Makara.

Di depan Pintu Masuk Candi Tikus

Pada dinding bagian utara bawah di kiri kanan tangga terdapat bilik berupa kolam berukuran panjang yakni 3,5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1,05 meter. Pintu masuknya mempunyai tangga yang terletak di dinding sebelah selatan berukuran 1,2 meter. Dinding utara kolam terdapat pancuran masing-masing berjumlah 3 buah.

Seluruh pancuran air dulunya mendapat pasokan air melalui saluran yang terdapat di bagian selatan, yakni di belakang candi induk, sementara saluran pembuangan terletak di lantai dasar. Kolam di candi ini kini terdapat ikan-ikan berukuran kecil.

Bangunan induk terletak di tengah, kakinya menempel pada teras bawah dinding selatan. Struktur bangunan induk terdiri dari kaki, tubuh, dana tap. Kaki candi berdenah segi empat berukuran panjang 7,75 meter, lebar 7,65 meter dan tinggi 1,5 meter. Pada bagian kaki ini terdapat saluran air tertutup mengelilingi kaki, lebar 17 cm dan kedalaman 54 cm, berguna untuk memasok air ke pancuran-pancuran di sepanjang kaki candi.

Sementara itu tubuh candi berdenah bujur sangkar ini memiliki ukuran 4,8 x 4,8 meter. Di sisi barat, uratar dan timur menempel pada bagian luar tubuh candi terdapat Menara semu, masing-masing berjumlah 5 buah.

Di atas candi terdapat 4 buah Menara berukuran 0,84 x 0,80 meter terletak pada tiap sudutnya. Menara yang paling besar berdiri di tengah berukuran 1 x 1,04 meter serta tinggi 2,76 meter. Kepuncak Menara-menara ini telah hilang hingga tidak diketahui bentuknya. Menara-menara ini melambangkan Gunung Mahameru sebagai pusat makro Kosmos.

Candi Tikus ini dipugar pada tahun 1984 hingga 1989, untuk masuk ke tempat ini pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis hanya parkir kendaraan saja. Tempat ini terlihat indah karena tamannya tertata dengan rapih. Tempat ini cocok untuk santai bersama orang-orang tercinta.


TAGS Pesona Mojokerto Pesona Jawa Timur


-

Author

Blogger & Traveler

Search

Recent Post