Cirebon Punya Sejuta Pesona Untuk Menarik Wisatawan Dunia

31 Mar 2016

Sultan Kasepuhan, Menteri Pariwisata dan Gubernur Jawa Barat

Hari ini tanggal 31 Maret 2016 hingga tanggal 2 April 2016, Kota Cirebon menjadi sorotan karena sedang diadakan Festival Pesona Cirebon. Kegiatan ini digagas oleh Kementerian Pariwisata Indonesia bekerjasama dengan berbagai pihak.

Bertempat di Keraton Kesepuhan hari ini diadakan acara Seminar Strategi Promosi Wisata Menuju Destinasi Pariwisata di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan. Pada kesempatan ini ada beberapa pembicara utama yakni Menteri Pariwisata Indonesia Bapak Arief Yahya, dan Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan.

Pada Festival Pesona Cirebon ini ada 12 kesultanan dari Nusantara yang diundang ke Cirebon. Mereka adalah Kesultanan Sumbawa, Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan, Kesultanan Bintan, Kesultanan Kutai Kartanegara, Kesultanan Deli, Kesultanan Luwu, Kesultanan Sumedang Larang, Kesultanan Kanoman, Kadipaten Pakualaman, Kesultanan Malaka dan Kerajaan Jipang.

Selain para sultan dari seluruh nusantara, hadir juga sejumlah duta besar yaitu Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Duta Besar Korea Selatan, Duta Besar Turki dan Duta Besar Thailand, Perwakilan Duta Besar Amerika Serikat dan juga President International Cheng Ho dari Singapura.

Pada Seminar ini ada beberapa hal yang menarik dari pariwisata Cirebon. Menteri Arief Yahya  menjelaskan bahwa penerimaan negara dari perjalanan wisatawan nusantara dari Januari – Desember 2016 mencapai 224,68 Triliun.

Tidak bisa dipungkiri Jawa Barat selain jumlah penduduknya yang banyak, juga masyarakatnya paling sering jalan-jalan dengan jumlah wisatawan mencapai 47,9 juta wisatawan, disusul Jawa Timur 40,6 juta, Jawa Tengah 38 juta, DKI Jakarta 24 juta dan Banten 10,1 juta wisawan nusantara.

Selain masyarakatnya yang memilki penduduk yang banyak dan sering jalan-jalan, Jawa Barat memiliki potensi yang luar biasa, terutama Kota Cirebon. Pemerintah pusat sedang mempersiapkan infrastruktur menuju ke Cirebon. Salah satunya adalah sedang dibangunnya Bandara Kertajati di Majalengka.

Dengan bandara ini diharapkan banyak wisatawan yang datang ke Cirebon melalui bandara terbesar di Indonesia setelah Soekarno Hatta. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Perkiraannya tahun 2017 akhir atau awal 2018 bandara tersebut sudah jadi.

Setelah tol Cipali, rencananya akan dibangun tol Cisumdawu (Cileunyi Sumedang Dawuan). Dengan jalan tol ini diharapkan banyak wisatawan dari Bandung yang akan berkunjung ke Cirebon. Karena waktu tempuh dari Bandung ke Cirebon hanya membutuhkan waktu hanya satu jam.

Oleh karena itu perlu stategi yang jitu untuk menarik wisatawan ke Indonesia termasuk Cirebon. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya harus menggunakan portofolio pemasaran nusantara, yakni dengan customer portofolio dan portofolio produk.

Customer portofolio dibagi menjadi personal dan bisnis atau pemerintah, yang termasuk personal seperti Individu/Family Traveler, komunitas/grup. Sementara untuk Bisnis atau Pemerintah adalah biro travel, UKM, usaha, Asosiasi, dan PEMDA.

Sedangkan Portofolio Produk dibagi menjadi alam 30 %, budaya 50%, dan buatan manusia. Untuk alam Indonesia memiliki segalanya seperti wisata bahari, ekowisata, wisata petualangan, sedangkan budaya adalah wisata warisan budaya dan sejarah, wisata belanja dan kuliner, wisata kota dan desa.

Sementara itu yang buatan manusia adalah wisata MICE, wisata olahrga dan obyek wisata terintegrasi. Cirebon bersama dengan kabupaten disekilingnya memiliki potensi yang luar biasa menarik dan bisa dijual.

Strategi pemasarannya adalah DOT (Destination, Origin, dan Time). Destination adalah tujuan wisata di Indonesia yang menyedot kunjungan wisatawan area Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Sumatera Utara, produknya adalah adalah budaya, alam, dan buatan.

Sedangkan Origin adalah keaslian. Area top 5 markets atau pasar wisata adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten. Customer Needs adalah budaya, alam dan buatan. Sementara Time adalah kalender hari libur nusantara 2016.

Strategi promosi menurut Arief Yahya, menggunakan komposisi Branding 30 % (National Branding, Regional Branding, Local Branding), Advertising 30 % (by costumer, by event, by product), selling 40% (Travel Mart, Sales Trip dan Festival).

Strategi media juga harus diterapkan, diantaranya adalah Paid (menggunakan media berbayar), Owned (menggunakan media yang sudah terpercaya), Social Media (Menggunakan media sosial sesuai origin), Endorsers dalam hal ini Kemenpar menggunakan jasa Afgan, Pevita Pearce, Slank, Raffi Ahmad, dan Nagita Slavina).

Pada kesempatan tersebut Ahmad Hermawan menjelaskan bahwa Cirebon itu Identik dengan Kota Wali dan Kota Sejarah. Dirinya menyebutkan bahwa dirinya mungkin tidak akan memeluk Agama Islam tanpa adanya campur tangan para wali khususnya Sunan Gunung Jati.

Cirebon punya pertalian yang sangat erat dengan berbagai negara seperti China, Mesir, dan negara-negara lainnya. Maka tidak heran jika keraton-keraton di Cirebon tidak akan lepas dari benda-benda ciri khas dari China seperti keramik, serta benda-benda lainnnya.

Selain Bapak Menteri dan Gubernur Jawa Barat, pada kesempatan ini Sunan Kasepuhan XIV PRA Arief Natadiningrat menjelaskan bahwa Cirebon memiliki sejuta pesona. Obyek wisatanya dari wisata bahari dalam hal ini pantai dai pelabuhan, gunung, danau, kuliner, sejarah, seni dan budaya serta masih banyak lagi lainnya.

Cirebon juga didukung oleh infrastruktur yang lengkap, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan pelabuhan udara, walaupun sementara untuk pesawat khusus. Kalau bandara Kertajati sudah selesai dipastikan banyak wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Cirebon.

Cirebon diharapkan bisa menarik wisatawan dari Eropa karena banyak peninggalan Belanda, dan Portugis di Cirebon. Negara China mempunyai hubungan yang erat dengan China karena Sunan Gunung Jati menikahi Ong Tien Puteri dari Dinasti Ming. Sementara dari Cirebon memiliki hubungan yang erat dengan Mesir karena Ayahnya Sunan Gunung Jati berasal dari sana.

Maka tidak heran untuk menjual Cirebon kepada wisatawan sangat mudah. Karena Cirebon memiliki segalanya.  Oleh karena itu dirinya meminta didukung oleh berbagai pihak, tidak hanya pihak keratonnya saja, tetapi dari industri jasa travel, pemandu, media, pelaku usaha dan lain sebagainya untuk bahu-membahu membenahi pariwisata Cirebon.

Setelah acara seminar, acara dilanjutkan dengan kirab budaya. Para tamu undangan dan peserta seminar menggunakan becak menuju  Ade Irma Waterland.


TAGS Pesona Cirebon Pesona Indonesia


-

Author

Blogger & Traveler

Search

Recent Post