Hal-hal Unik Ini Hanya Ada di Pasar Tradisional

26 Jan 2016

Anda masih ingat pengertian Pasar dalam pelajaran IPS sewaktu di SMP dulu?. Salah satu materinya adalah tentang pasar.  Pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang dan jasa.

Pasar memiliki sekurang-kurangnya 3 fungsi utama, yaitu fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi. Sebagai fungsi distribusi, pasar berperan sebagai penyalur barang dan jasa dari produsen ke konsumen melalui proses transaksi jual beli.

Selain itu Pasar juga berfungsi sebagai pembentukan harga. Di pasar penjual yang melakukan permintaan atas barang yang dibutuhkan. Dan Pasar sebagai fungsi promosi, pasar juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dari produsen kepada calon konsumennya.

Tapi keberadaan pasar tradisional sekarang di daerah kami sendiri keberadaannya semakin hari semakin sulit berkembang karena banyaknya pasar swalayan, serta mini market yang saat ini sudah menjamur dimana-mana. Padahal ada beberapa hal-hal menarik yang selama ini hanya ada di pasar tradisional dan tidak ada di pasar swalayan.

Berikut hal-hal unik yang hanya ada di pasar tradisional  : 

  1. Ada tawar menawar. Di pasar tradisional harga masih bisa ditawar terutama untuk barang-barang dan produk tidak seperti di pasar swalayan yang harganya sudah dibanderol dan tidak bisa ditawar lagi.
  2. Harga lebih murah. Harga-harga terutama kebutuhan untuk masak di dapur harganya lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di swalayan. Kita bisa memaklumi itu karena barang yang ada di pasar tidak melalui pengemasan yang memakan biaya, tidak ada pajak dan tidak ada biaya-biaya yang membuat harga barang tersebut jadi mahal. Sebagai contoh harga satu ikat kangkung di pasar tradisional hanya seribu rupiah sementara harga seikat kangkung di supermarket dibanderol dengan harga lima ribu rupiah.  
  3. Barang yang dijual bisa diecer. Barang-barang yang ada di pasar tradisional bisa dibeli eceran bahkan seperti cabai, bawang, tomat sudah dibungkus dengan harga seribu sampai dua ribuan. Tidak seperti di swalayan atau mini market yang harus di beli dalam jumlah seperempat, setengah atau sekilo dan akan malu jika mengambil dalam jumlah sedikit.
  4. Pembeli memakai baju biasa. Jika Anda akan berbelanja ke mini market atau swalayan biasanya menggunakan pakaian yang bagus dan modis supaya terlihat keren oleh orang lain. Tetapi jika Anda pergi ke pasar tradisional jangan harap pembeli dan penjual menggunakan pakaian yang keren apalagi kalau suasana pasarnya sedang musim hujan. Biasanya penjual dan pembeli menggunakan pakaian biasa bahkan seadanya saja.
  5. Ada jasa tukang panggul. Di pasar tradisional ada beberapa orang yang menawarkan jasanya untuk membawakan barang yang agak berat. Ini sangat membantu terutama ibu-ibu yang berbelanja dalam jumlah yang agak banyak. Adanya tukang panggul dan membawa barang sangat membantu mereka saat berbelanja di pasar tradisional.
  6. Terdapat penjual kantong kresek. Di pasar tradisional ada beberapa orang atau anak yang menjual kantong kresek berukuran besar sehingga barang-barang belanjaan yang menggunakan kantong plastik kecil bisa masuk ke dalam kantong besar tersebut. Sehingga membantu orang yang berbelanja membawa  barang bawaannya.

Bagaimana sekarang masih tertarik untuk pergi ke pasar tradisional atau tidak?


TAGS Menarik


-

Author

Blogger & Traveler

Search

Recent Post