Mau Dikubur Dimana Jasad Mereka?

18 Jan 2016

Seperti kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 14 Januari 2016 telah terjadi aksi teror yang mengakibatkan korban jiwa di Pos Polisi dekat Pusat Perbelanjaan Sarinah dan StarBuks Cafe di Jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat.  

Aksis teror tersebut tidak hanya mengakibatkan kepanikan warga tetapi mengakibatkan korban luka dan menewaskan beberapa orang dan juga terorisnya itu sendiri karena mereka melakukan aksi bom bunuh diri.

Salah satu pelaku aksi teror tersebut adalah AM warga yang berasal dari Desa Kedungwungu Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. Tersiarnya kabar tersebut membuat sejumlah warga di sekitar desa tersebut ramai-ramai menolak mayat teroris tersebut untuk dimakamkan di daerahnya.

Sebagai individu tentu saya tidak mengakomodir tindakan seseorang menghilangkan nyawa orang lain apalagi dengan cara membuat ketakutan atau teror. Tapi disisi lain AM mungkin salah satu korban dari kurangnya pengetahuan dan rendahnya pendidikan dan lemahnya iman sehingga dia terjebak menjadi teroris.

Seperti dikatakan oleh orang tuanya, dia (AM) ke Jakarta untuk bekerja sebagai pekerja di bengkel ban. Tetapi tentu orang tuanya tidak mengetahui kebenaran informasi tersebut. Karena sebagai orang tua mendengar anaknya bekerja tentu sudah senang karena bisa menghidupi diri sendiri dan juga membantu perekonomian keluarga.

Seperti kita ketahui bersama banyak cara yang dilakukan teroris untuk merekrut anggota barunya, salah satunya adalah dengan mengiming-imingi pekerjaan dan gaji besar dengan ikut dengan golongan atau organisasinya. Sehingga orang awam atau siapapun akan tergiur dan mengikuti organisasi tersebut.

Kini orang tuanya sedang menunggu jasad AM, tetapi sejumlah warga yang ada disekitarnya menolak dengan membentangkan spanduk penolakan mayatnya di kubur di desanya. Orang tuanya kebingungan kalau warga menolak jasad anaknya maka mayatnya akan dikubur dimana?. Haruskah mayatnya dibuang ke laut atau di buang ke sungai?. Atau dibiarkan terbujur membeku dan baunya tersebar kemana-mana di sekitar desanya?.

Kita kembali harus diingatkan dengan sejarah pembunuhan pertama kali umat manusia yang dilakukan oleh Qabil kepada Habil.  Qabil kebingungan karena sudah membunuh Habil dan mayatnya akan dibagaimanakan. Karena pada waktu itu belum mengetahui cara menguburkan mayat seseorang.

Maka Allah akhirnya mengutus dua ekor burung gagak yang sedang bertarung, salah satunya kemudian mati. Maka yang hidup mengais-ngais tanah dengan paruhnya membuat lubang untuk mengubur burung gagak yang mati. Maka Qabil mengambil pelajaran dari peristiwa itu tentang cara mengubur jenazah saudaranya.

Nah dalam hal ini AM adalah manusia biasa yang mempunyai salah dan dosa. Dia juga layak dikuburkan layaknya manusia biasa. Mari kita berpikir jernih seandainya saudara kita, atau keluarga kita  ada yang menjadi teroris kemudian jasadnya ditolak oleh warga bagaimana perasaannya?.

Keluarganya tentu sangat kecewa, malu, dan sedih semua bercampur aduk menjadi satu. Tetapi itulah jalan hidup, karena semua orang tentu sudah mengambil jalan hidupnya sendiri dan kita harus percaya kepada qhodo dan qodar Allah SWT.


TAGS Opini


-

Author

Blogger & Traveler

Search

Recent Post